Sniper SPR-2, Senjata Indonesia yang Gegerkan Dunia

Discussion in 'General' started by Ipul, Nov 23, 2015.

  1. Ipul

    Ipul
    Expand Collapse
    Moderator
    Staff Member Starter

    Joined:
    Nov 15, 2015
    Messages:
    1
    Likes Received:
    0
    PT Pindad merupakan produsen alat pertahanan kebanggaan dalam negeri. Hampir sebagian besar alutsista produksi Pindad digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia. Produk alutsista yang mampu dibuat oleh Pindad yakni berupa pistol, senapan sampai kendaraan tempur dan kualitasnya pun sudah diakui dunia.

    Selain itu, Pindad juga memiliki senapan sniper yang ditakuti oleh banyak negara termasuk negara-negara maju. Senjata yang ditakuti ialah bernama SPR-2 singkatan dari Senapan Penembak Runduk. Ternyata, senapan sniper canggih ini tak bisa dibuat oleh sembarang negara.

    Keistimewaan SPR-2 ini dibanding senapan dari negara lain adalah terletak pada jangkauan, ketepatan, dan silencer atau peredam suara hentakan dari tembakan. Silencer yang dipasang bisa menurunkan hentakan suara tembakan sekitar 20-30 desibel. Senjata ini juga dilengkapi perangkat night vision dan teleskop dengan pembesaran ukuran 5-25 kali.

    Sniper SPR-2 ini jangkauannya bisa mencapai 2 km dengan kecepatan rata-rata lesatan peluru 900 meter per detik.
    Amunisinya 12,7 mm anti material. Jenis pelurunya yang paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja. Saat peluru ditembakkan dan menembus material, peluru tersebut akan terbakar dan meledak di lokasi sasaran tembak.

    SPR-2-alt.jpg SPR-2-xx.png
    senapan-sniper-spr2-buatan-pindad-ditakuti-dunia.jpg

    Dengan adanya SPR 2 ini, Indonesia bersanding dengan tiga negara lainnya yang mampu membuat senapan runduk serupa, yakni Amerika Serikat dan dua negara di Eropa. Selain menciutkan nyali, kemampuan Sniper ini membuat beberapa negara pun kepincut ingin memiliki.

    Sekarang dunia militer Indonesia sudah naik tingkat dari sebelumnya. Meski begitu, PT Pindad belum menjualnya kepada negara lain. Saat ini, baru Komando Pasukan Khusus (Koppasus) TNI AD yang sudah mengoperasikannya. Mengenai harga, SPR 2 ini dibanderol sekitar Rp 200 juta per unit.
     

Share This Page